27 Tahun. Usia yang menurut
banyak orang adalah usia yang tepat untuk menikah, bahkan boleh dibilang telat.
Pertanyaan-pertanyaan seputaran itu semakin kesini semakin banyak dan masif dilontarkan
dari keluarga dan teman-teman. Namun bagiku usia diatas adalah usia dimana aku
harus lebih produktif dalam hal apapun, terutama pekerjaan. Secara saat ini aku
belum menemukan pekerjaan tetap. Semoga disegerakan.
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Monday, 7 October 2019
Sunday, 2 June 2019
Anak Kereta
Alhamdulillah Tahun 2019 ini hampir setiap hari
saya menggunakan transportasi publik Kereta Rel Listrik (KRL Commuter Line) untuk berangkat kerja. Maka resmi sudah saya menjadi
AnKer (sebutan untuk Anak Kereta).
Setiap hari saya berangkat dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Tanah Abang. Dari
stasiun Bogor sampai stasiun Tanah Abang sedikitnya kereta melewati 19 stasiun
yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 1.5 jam tergantung jumlah penumpang.
Semakin banyak penumpang maka kereta akan semakin lambat karena bobotnya yang
bertambah berat pun sebaliknya.
| @hendrawan.pane |
Thursday, 24 January 2019
Bukan Selingkuh (Sekedar Perbandingan)
Bersyukurlah kepada pasangan
terutama para wanita/cewe-cewe yang pacarnya punya banyak teman wanita. Kenapa harus
bersyukur? Bagaimana bisa bersyukur? Bukannya wanita itu mahluk paling pencemburu yang belum punah dan
laki-laki adalah mahluk paling gak bisa dipercaya di dunia ini.
Sebelum cemburu, baiknya
kalian para wanita/cewe-cewe baca dulu tulisan ini.
*noted: Disini Saya menulis dari sudut
pandang seorang laki-laki.
Friday, 24 August 2018
STOP Diskiriminasi
Banyaknya pemberitaan tentang diskriminasi akhir-akhir ini membuat saya tertarik untuk menulis sedikit tentang tindakan diskriminasi yang pernah saya alami dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya adalah agar orang-orang diluar sana tidak lagi memandang seseorang dari suku, agama, dan ras seseorang untuk manjatuhkan orang lain.
Sunday, 29 April 2018
Graduation
25
April 2018.. secara de jure aku dinobatkan sebagai seorang magister ketika kuncir toga yang berwarna kuning dipindahkan Rektor dari kiri ke
kanan untuk yang kedua kalinya. Bersamaan dengan itu beban dan tanggung
jawab otomatis telah bertambah. Baik untuk diri sendiri, keluarga,
almamater serta bangsa dan negara ini.
Monday, 26 February 2018
Ujian
Seperti biasa pagi di awal tahun selalu basah dengan turunnya air
membasahi bumi pasundan. Hari itu aku bangun lebih awal tidak seperti
biasanya. Setelah menyelesaikan 2 rakaat kewajiban, aku membaca slide
.pptx yang baru selesai beberapa hari untuk memperlancar poin2 yang akan
disampaikan. Tak lupa aku juga membaca paper setebal 30an halaman yang
sudah terjilid merah yang kurang lebih 1.5 tahun aku susun.
Pagi itu matahari hanya terlihat samar2. Pukul 9 kurang aku berangkat
menggeber siputih menembus rintik2 hujan yang mulai mereda namun belum
menunjukkan syarat untuk berhenti. Sesampainya ditujuan aku langsung
bertemu Kang Atta untuk menanyakan apakah ruangan dan yang lainnya sudah
siap. Pukul 09.10 aku melangkahkan kaki ke ruangan yang dari dulu
menjadi ruangan yang kurang bersahabat. Segalanya kupersiapkan mulai
dari menyambungkan laptop ke LCD, mengatur kursi dan sekali lagi aku
membaca pptx yang kubuat.
09.30 aku menunggu diluar ruangan. Hari itu aku harus memastikan 4
orang yang kuberi paper berjilid merah hadir semua.. gawat kalau tidak.
10.01 Semua undangan sudah hadir.. aku duduk didepan menghadap 4 orang
yang kutunggu tadi. Waktu berjalan begitu cepat, padahal seminggu yang
lalu seperti berjalan begitu lambat menanti hari ini. 2 jam menjelaskan
dan berdiskusi akhirnya aku disuruh keluar. Ya seperti biasa 4
orang tadi membahas masa depanku. Saat keluar beberapa teman2
menghampiriku memberi semangat dan menyelamatiku.
10 menit menunggu diluar, aku kembali dipanggil masuk. Tanpa
panjang lebar salah satu dari 4 orang tadi mengatakan "Saudara anda
dinyatakan lulus" Alhamdulillah kupanjatkan syukur dalam hati. Kemudian
aku bangkit menyalami 4 orang tadi sambil mengucapkan banyak terima
kasih.
Ya hari itu adalah hari yang ku tunggu2. Hari dimana semua mahasiswa
menantikannya. Karena hari itu adalah hari dimana aku harus
mempertanggung jawabkan apa yang sudah kutulis dipaper berjilid merah.
Hari itu adalah haru ujian Tesisku
Subscribe to:
Posts (Atom)
